PERAN ANTROPOLOGI DALAM MEMECAHKAN MASALAH SOSIAL BUDAYA DI INDONESIA (Penyembuhan Krisis Kebudayaan Kekerasan di Indonesia)

I. PENDAHULUAN
Masalah sosial budaya dalam kehidupan begitu nyata semakin hari masalah-masalah itu timbul dengan banyak dan beragam dari kekerasan, paksaan, penggusuran dan lain sebagainya. Era reformasi dimaksudkan untuk membangun Indonesia baru, yaitu Indonesia yang demokratis, berkeadilan dan majemuk. Dengan reformasi kita tinggalkan sepenuhnya seluruh budaya politik orde baru yang otoriterianis, nepotis dan korup. Kita berharap spirit reformasi akan menggerakkan semangat, pola pikir, perilaku dan strutur, serta sistem dalam penyelenggaraan negara.
Tetapi semakin lama, kita menemukan kenyataan yang menjemukan. Proses reformasi yang sedang berjalan saat ini membawa dampak yang kurang menggembirakan. Kehidupan politik ari hari kehari semakin tanpa arah. Ada yang kecewa, dan bahkan ada yang mengatakan, reformasi telah mati. Tidak ada yang bisa disalahkan. Semua itu adalah kesalahan kolektif bangsa.
Memang harus diakui, masalah yang kita hadapi amat kompleks. Setiap kali kita disodori berita-berita dan juga gosip-gosip tentang kebejatan moral kalangan elit politik dan pemimpin.
Ilmu antropologi juga berperan penting dalam pembangunan, mereka melakukan penelitian-penelitian mengenai perubahan sosial dan kebudayaan, hubungan antar etnik atau suku bangs, perkotaan politik dan berbagai masalah sosial lainnya.

II. PERAN ANTROPOLOGI
Dalam bidang sosial budaya, Indonesia juga belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Pada masa orde baru, tindakan-tindakan ancaman, kekerasan, paksaan, penggusuran, teror, fitnah, vonis dan pembunuhan tanpa proses peradilan, penculikan, diktator, menjadi bagian dari rezim orde baru. Menyikapi aneka perilaku masyarakat yang cenderung mengedepankan kekerasan, terkesan bahwa masyarakat kita sebagai suatu kebiasaan, yang bukan kejahatan, tetapi dijadikan santapan sehari-hari dalam menghadapi persoalan-persoalan hidup. Karena itu, Indonesia dicap sebagai negara yang paling banyak dilanda kekerasan sepanjang tahun 2000. Seprti penyiksaan manusia, pemerkosaan, dan pembunuhan manusia, dalam kasus kekerasan, manusia dijadikan objek tontonan, permainan dan penghinaan. Peledakan bom di Bali adalah puncak keaneka ragaman aksi kekerasan. Kita tidak perlu malu mengakui, telah masuk budaya asing yang bersifat rasial, deskriminatif, intoleran, dan sarat kekerasan ke dalam kehidupan masyarakat kita. Karena itu sudah waktubya kita berupaya kerasa dengan segala upaya atau cara untuk memperbaiki citra buruk yang dikotori oleh sebagian aksi kekerasan.
Kita prihatin dengan semua gejala diatas. Kita prihatin dengan arah kehidupan demokrasi yang mulai mendek itu. Kita prihatin dengan kehidupan hukum yang tanpa keadilan sekarang ini. Kita prihatin dengan langkah-langkah pemulihan ekonomi yang tidak menentu. Kita prihatin dengan budaya kekerasan telah diterima oleh sebagian masyarakat kita sebagai suatu kebiasaan, dan dijadikan santapan sehari-hari dalam meghadapi persoalan-persoalan hidup.
Citra buruk Indonesia sudah terjadi sejak lama, masa pemerintahan orde baru. Citra buruk seperti ini masih berlanjut. Kita harus malu bila krisis multideminsionalseperti ini dibiarkan terus, maka bangsa ini akan hancur berkeping-keping. Karena itu mau tidak mau kita semua harus menyatukan kometmen mengambil langkah-langkah tegas.
Ilmu antropologi sasarannya adalah kebudayaan atau kebiasaan yang melekat dalam egala aspek. Jika kita berbincang dengan ilmu sosial di Indonesia sekarang, kita sungguh-sungguh tidak dapat membicarakannya tanpa menghubungkannya dengan mebudayaan nasional.
Jika kita menetapkan apa yang harus dikerjakan dalam ilmu antropologi di Indonesia, maka kita harus memperhatikan masalah yang dahsyat yang di hadapi Indonesia. Masalah yang paling dahsyat bukan terpuruknya ekonomi, melainkan manusia dan kebudayaan masyarakat Indonesia sudah terpuruk ke jurang yang paling dalam mendekati tingkat kebinatangan. sebagian dari bangsa Indonesia adalah serigala yang siap menerkam saudaraya sendiri. Sementara itu, para pemimpinnya sebagian besar orang-orang yang sebenarnya tidak layak menjadi panutan. Mereka tidak punya hati akan penderitaan rakyat. Banyak oarang mengatakan, di Indonesia tidak ada lagi nilai-nilai persaudaraan, kebersamaan, kebudayaan masyarakat yang ramah tamah serta saling hormat menghormati antara suku-suku yang lain.
Menyimak hal ini peranan ilmu antropologi di Indonesia bukan hanya mencari informasi, membuat prediksi, melainkan memberi pencerahan, bahkan memberiakan pemikiran tentang jalan keluar atau krisis kebudayaan yang di alami oleh bangsa Indonesia masa kini terutama kebudayaan Bhineka Tunggal Ika.

III. KESIMPULAN DAN SARAN
1. KESIMPULAN
Ilmu antropologi sebenarnya sangat berperan besar dalam pembangunan masyarakat Indonesia yang sedang mengalami krisis kepercayaan dan kebudayaan. Sasaran ilmu antropologi adalah masyarakat dan kebudayaannya.oleh karena itu masyarakat menjadi sumber kekuatan dan sekaligus menjadi sasaran pembangunan kebudayaan yang baik. Ilmu antropologi sangat berperan penting dalam pembangunan budaya itu.
Peranan ilmu antropologi tidak hanya sekedar teknologi budaya, tetapi juga dapat disejajarkan dengan ilmu-ilmu terapan lainnya. ini peranan ilmu antropologi di Indonesia bukan hanya mencari informasi, membuat prediksi, melainkan memberi pencerahan, bahkan memberiakan pemikiran tentang jalan keluar atau krisis kebudayaan yang di alami oleh bangsa Indonesia masa kini terutama kebudayaan Bhineka Tunggal Ika.

2. SARAN
Pengembangan ilmu antropologi hendaknya diarahkan agar ilmu ini dapat diterapkan untuk mengatasi krisis tersebut, bangsa indonesia hendaknya bercermin atau melihat kembali kebelakang betapa buruknya kita di mata dunia jadi pemulihan/mengatasi masalah sosial budaya ini perlu dikembangkan agar kita keluar dari cap buruk tersebut serta peran antropologi ini juga hendaknya memberikan pencerahan bahkan pemikiran tentang jalan keluar ini.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s